ddiinad.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pelantikan Pengurus Daerah Dewan Da'wah Kabupaten Gayo Lues

E-mail Cetak PDF

PELANTIKAN PENGURUS DAERAH DEWAN DA’WAH KABUPATEN GAYO LUES

Dalam rangka konsolidasi organisasi, Dewan Da’wah Aceh terus melakukan ekspansi kepengurusan. Saat ini, dari 23 kabupaten/ kota di Provinsi Aceh hampir semuanya, kecuali Nagan Raya dan Aceh Jaya yang belum digarap kepengurusannya oleh Dewan Da’wah Aceh. Terakhir, pada tanggal 4 Maret 2010 telah dilaksanakan pelantikan Pengurus Daerah Dewan Da’wah Kabupaten Gayo Lues periode 2010-2013.

Kepengurusan yang diketua oleh Drs. Tgk. H. Umar Ali dan Drs. Tgk. Saleh Adri sebagai sekretaris diisi oleh tokoh muda dan tua yang sebagian besar berprofesi sebagai kepala Kantor Urusan Agama. Kecuali itu, Pengurus Dewan Da’wah Kabupaten Gayo Lues ini juga diisi oleh politisi muslim, kalangan ulama (MPU) dan birokrat.

Prosesi pelantikan yang mengambil tema “Jalankan Misi Da’wah Demi Tegaknya Islam Kaffah di Bumi Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues” dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Aceh, Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MA, M.CL. dalam sambutannya  disebutkan bahwa sejarah lahirnya Dewan Da’wah adalah sebagai jawaban alternatif gerakan da’wah pasca dibubarkan Masyumi oleh Orde Lama. Sehingga jangan heran kalau da’wah yang dikembangkan oleh Dewan Da’wah juga merambah wilayah politik (baca’kekuasaan), karena pada dasarnya Islam kaffah mengatur semua dimensi hidup dan kehidupan manusia, dari urusan yang paling kecil sampai yang besar seperti mengurus Negara, kekuasaan sekalipun. Inilah yang sering diulang oleh Allayarham Mohammad Natsir, tokoh pendiri Dewan Da’wah, kalau dulu (waktu Masyumi masih ada) kita berda’wah lewat politik, sekarang (dengan Dewan Da’wah) kita berpolitik melalui da’wah. Oleh karena program  kerja Dewan Da’wah meliputi; Sosialisasi (ceramah, seminar, tablig akbar, public opini) ajaran-ajaran Islam, edukasi (lembaga pendidikan, formal maupun informal) guna melahirkan generasi yang Islami, juga advokasi (mempengaruhi kebijakan penguasa (eksekutif dan legislatif) agara kebijakan yang dilahirkan tidak bertentangan dengan Islam, atau paling tidak jangan merugikan Islam dan ummat Islam. Inilah yang selama ini kita suarakan di Aceh, agar pemerintah segera menandatangani Qanun Jinayah dan Qanun Acara Jinayah yang telah disahkan oleh DPRA pada beberapa bulan yang lalu, demikian Hasanuddin Yusuf Adan mengakhiri sambutannya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Gayo Lues hadir Ketua Majelis Permusyawaratan ULama (MPU),Kepala Dinas Syari’at Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Gayo Lues, mewakili Kapolres dan Dandim. Sambutan mewakili Bupati disampaikan oleh Drs. Awaluddin, selaku Kepala Kantor kementerian Agama, yang menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyambut baik kehadiran Dewan Da’wah, diharapkan menjadi patner kerja pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan,  khususnya percepatan pelaksanaan syariat Islam. Lebih lanjut dia mengungkapkan, selama ini Pemerintah Kabupaten Gayor Lues memiliki komitmen yang tinggi dalam proses pelaksanaan syariat Islam. Ini ditandai dengan adanya alokasi anggaran untuk pengurus kegiatan keagamaan di masyarakat dan juga fasilitas keagamaan yang selalu mendapat bantuan.

Diakhir acara pelantikan, Pengurus Wilayah Dewan Da’wah yang diwakli oleh Hasanuddin Yusuf  Adan, Dr. Muhammad AR, Jamaluddin, MA dan Sayed Azhar, sempat bersilaturrahmi dengan Bupati Gayo Lues, dan diitipkan Pengurus Dewan Da’wah yang telah dilantik untuk dibina dan dapat dijadikan mitra dalam kerja-kerja keummatan. Ajakan ini disambut positif oleh Bupati dan berjanji akan memperhatikan keberadaan Dewan Da’wah di Gayo Lues.

 
Baner

Arsip Berita lama

Polling

Pendapat Anda Tentang Pemerintahan Irwandi...?
 

Siapa Online?

Kami memiliki 2 Tamu online

Statistics

Sistem Operasi : Linux p
PHP : 5.2.10
MySQL : 5.1.39
Waktu : 14:45
Caching : Nonaktif
GZIP : Nonaktif
Anggota : 2209
Konten : 83
Web Link : 5
Jumlah Kunjungan Konten : 222140

Random Image

No images

Related Items